BreakingNews

Flotim Menjemput Program “Selamatkan Orang Muda”

Salah satu kegiatan Calon Bupati Flores Timur Anton Gege Hadjon di Waiwerang-Adonara (Foto : Bereun)

 JURNALTIMUR.COM,- Pemimpin dari kalangan muda memang selalu dibicarakan dalam setiap pemilihan termasuk hajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Program yang menyasar kaum muda dalam even pilkada seperti pembukaan lapangan pekerjaan, gerakan mahasiswa pulang kampung ataupun inovasi ekonomi kreatif untuk orang muda juga sudah menjadi hal yang biasa. 

Namun hal yang jarang dipikirkan  adalah program yang menjadikan orang muda sebagai bagian penting dari setiap kebijakan pemerintah. Itu berarti tak hanya pada aspek  pembukaan lapangan kerja, atau pembukaan ruang inovasi bagi kaum muda, lebih dari itu menjadikan kiprah orang muda sebagai salah satu indikator dan fokus perhatian pembangunan daerah. 

Dengan melihat dan mengalami sendiri harapan terhadap kaum muda di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur dan juga belajar dari kehidupan kaum muda di luar Flores Timur, pasangan calon bupati dan wiakil bupati Flores Timur untuk Pilkada Serentak 2017, Anton Gege Hadjon – Agus Payong Boli atau sering disapa pasangan Bereun,  menjadikan orang muda sebagai salah satu bagian penting program pembangunan  Kabupaten Flores Timur bila pasangan ini  nantinya terpilih menjadi bupati dan wakil bupati. 

Tidak tanggung-tanggung, program yang menyasar kaum muda ini, diusung dengan sebutan, "Selamatkan orang Muda” yang tidak  lain menjadikan keterlibatan  orang muda sebagai salah satu indikator pembangunan daerah.

Diamati dari perbincangan di media sosial facebook, terutama laman  groups Bereun,  program "Selamatkan Orang Muda" jadi perbicangana banyak kalangan. Bagai gayung bersambut, kepedulian pada peran orang muda menyatu dalam koentar netizen baik yang mendukung atau menolak karena masih ingin berbicara fakta dan pendapat serta solusi yang dirasa mujarab. 

Ada semacam kerisauan bahwa perantauan akan tetap menjadi pilihan orang muda  15 hingga 20 tahun kedepan. Hal mana berarti bahwa Flores Timur  akan kehilangan generasi yang mencintai tempat kelahirannya dengan mengemban profesi petani, nelayan  atau memasuki usaha lainnya.

Pasangan Anton Hadjon - Agus Payong Boli yang mengusung program ini, dinilai sebagian netizen sebagai hal yang tepat. Bagaimana pun yang diperlukan adalah membangun perhatian bersama akan hal yang dibutuhkan orang muda, memotivasi orang muda sendiri dan kemudian bersama mencari solusi atas permasalahan yang ada. 

"Pada prinsipnya, masyarakat Flores Timur, termasuk para TKI ini sudah memiliki aset produktif dalam diri mereka (fisik, keinginan bekerja dan intelegensi dasar). Persoalannya bahwa aset-aset tersebut belum dioptimalkan secara baik. Pada titik inilah dibutuhkan perubahan yang harus dilakukan oleh pemerintah dengan jalan meningkatkan akses mereka terhadap perolehan kesempatan perluasan lapangan pekerjaan dan BEREUN memilih untuk melakukan langkah strategis dengan merubah pendekatan pemberdayan yang selama ini bersifat "Top Down" menjadi "Bottom Up" sehingga apa pun program dan sasaran kebijakan nantinya akan tepat sasaran," demikian salah satu komentar yang muncul dari perbincangan di groups Bereun ini. 

Ditegaskannya, Pemerintah  berkewajiban menjaga agar peluang-peluang yang dikerjakan baik oleh orang muda maupun masyarakat Flores Timur itu tetap hidup dan berkembang. Masyarakat harus diberi ruang seluas-luasnya untuk mengembangkan segala potensi yang ada baik itu internal maupun lingkungan di sekitarnya untuk dapat mencapai tingkat kesejahteraan mereka.

Dalam sosialiasi program yang dilakukan pasangan nomor urut 6 ini, program yang menyasar kaum muda  terus disosialisasikan, termasuk membuka ruang diskusi untuk masukan dari masyarakat. Memang tidak mungkin  membicarakan pembangunan tanpa membicarakan atau berbicara dengan orang muda. Karena itu dari sekarang dan ke depan,  pembukaan ruang sosial untuk orang muda harus menjadi komitmen para pengambil keputusan. (Ben) 



Tidak ada komentar