BreakingNews

Duta Mabar di Australia



Oleh: Bernadus Barat Daya

Sebuah kerja sosial apapun itu bentuk dan tujuan, mesti diperkenalkan kepada “yang lain”. Pengenalan itu penting artinya agar orang bisa memiliki kesempatan untuk memberi dan menerima demi suatu kebaikan bersama.

Bernadus Barat Daya
Sejauh dialog itu masih ada, dan kepercayaan diri pada kemampuan pribadi dan kelompok untuk bersama dengan “yang lain” dalam proses “menjadi” demi kebaikan bersama itu, maka mestinya ketakutan apa pun tak mesti dibesar besarkan. Hanya dengan itu kita bisa menentukan nasib kita sendiri.

***
Saat ini Ney Asmon, Marta Muslin, dan Silvester Wanggel,  ketiga saudara kita ini berada di negeri Kanguru Australia. Ketiganya tentulah orang-orang pilihan dan terseleksi dari Manggarai Barat (Mabar) pada khususnya dan Flores pada umumnya.  

Saya mengenal kapasitas mereka. Maka, ketika ketiganya kini berada di Australia untuk sebuah atau beberapa implementasi program kerjasama dengan negara itu, maka saya kira mereka memang orang-orang pilihan yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing. Ney Asmon seorang tehnokrat. Icha Tulis, seorang aktivis NGO dan Silvester Wanggel seorang praktisi pariwisata.

Bagi saya, keberadaan dan aktivitas mereka di Australia sejak bulan lalu hingga bulan depan, ialah misi seorang Duta. Ya, Duta Manggarai Barat, duta Flores dan duta Indonesia.

Ketiganya hadir di Australia tentunya dengan secara langsung "menjual" potensi/prospek pariwisata, seni, budaya, dan nilai nilai positif lain yg dimiliki Mabar, Flores, NTT serta proyeksi kerjasama lanjutan antara Australia dengan Mabar/Flores.

Saya sangat yakin, hasil "jualan" ketiga duta kita ini akan menghasilkan sesuatu yang positif dan sangat berarti bagi Mabar dan Flores ke depan. Saya yakin, dengan kapasitas dan kompetensi yang mereka miliki akan mampu "menggoda" Australia, bahkan hingga pemerintah negara itu jatuh cinta pada Mabar dan Flores.

Ketiga orang DUTA ini mewakili pemerintah dan rakyat Mabar. Mewakili petani dan nelayan. Mewakili Varanus Komodoensis, Ora Flores Wae Wul, Danau Sano Nggoang, Cunca Rami, Cunca Wulang, Batu Cermin, batu megalitik Warloka, potensi arus laut di sekat Molo, Istana Ular, burung-burung endemik di Mbeliling, seni dan budaya, motif kain songket, kerajinan tangan masyarakat, dan mewakili banyak hal yang ada di Mabar dan Flores umunya.

***
Saya juga berharap, ketiga DUTA ini perlu juga "memoles" muka bodok (ranga bapa) orang Mabar yang cenderung lambat menangkap peluang.

Katakan saja pada bangsa Australia itu bahwa Pemda Mabar bukannya tidak serius urus prikepariwisataan, prikehidupan, dan pri-pri yang lain di Mabar, tetapi pemkab Mabar hanya sedikit menderita gangguan pendengaran, gangguan mata dan gangguan otak.

Tetapi bahwa hati orang Mabar itu sesungguhnya sangat baik. Orang Mabar juga pada prinsipnya, wellcome kog pada siapa pun. Welcome pada orang asing dan welcome pada kerjasama lintas negara.
Saya percaya, ketiga DUTA Mabar yang saat ini berada di negeri Kanguru, tahu betul "bersolek". Bagaimana mempromosikan Mabar dengan gencar dan bagaimana “menyembunyikan”  kekurangannya.
Saya memastikan bahwa mereka bertiga tahu pakai bedak dan lisptik seperti apa yang pas untuk urusan dekorasi wajah Mabar di mata orang asing.

Kami sungguh berharap pada kalian bertiga. Kami juga mohon maaf, apabila awalnya kami orang Mabar meremehkan kalian, bahkan menganggap kalian hanya pergi piknik di Australia.

 Tetapi setelah saya "menggali" dan berselancar di google hingga dini hari tadi, eh ..ternyata saya temukan juga kalian di Australia itu. Ternyata anda bertiga itu sungguh-sungguh menjadi DUTA kami.
Lantaran keasikan berselancar di negara kanguru sambil sesekali melihat wajah segar kalian, sampai-sampai aku "bermimpi" bersama kalian. Tak elok kuceritakan mimpi itu, tetapi bahwa saya percaya anda bertiga pada saatnya akan dihargai juga.

Setidaknya akan dihargai oleh kami dan mereka yang tahu bahwa anda sesungguhnya membawa misi bagi kebaikan Mabar ke depan.

Terima kasih saudaraku, terimakasih DUTA Mabar. Banggakan kami di hari nanti.

Tidak ada komentar