BreakingNews

Romo Paschal Pr : TKI Ilegal Terbanyak dari NTT

JURNALTIMUR.COM---Perdagangan manusia, terutama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sering diselamatkan di Kota Batam. Seorang Rohaniwan Katolik, Romo Paschalis Esong Pr menjadi penyelamat bagi TKI Ilegal asal NTT itu.

Kepada jurnaltimur.com, Ketua Komisi Migran dan Perantau Kevikepan Kepri Keuskupan Pangkalpinang, Romo Paschal Esong Pr mengatakan TKI dari NTT menempati urutan pertama dalam soal jumlah. “Hampir semua daerah di Indonesia ini ada TKI Ilegalnya,” ungkap Romo Paschal, Senin 05 September 2016.

Ketua Komisi Migran dan Perantau Kevikepan Kepri
Keuskupan Pangkalpinang, Romo Paschal Esong Pr
Menurut data yang dimiliki Romo Paschal, hanya provinsi-provinsi tertentu sajalah yang mempunyai masalah dalam soal TKI Ilegal ini. “Untuk angka yang paling tinggi menurut data kami, juga dari data teman-teman adalah NTT,” tutur Romo Paschal lagi.

Romo Paschal menambahkan provinsi-provinsi lain yang masuk dalam kategori ini adalah Nusa Tengara Barat (NTB), Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Alasan di balik fenomena TKI Ilegal ini menurut Pastor Pembantu di Paroki St Petrus Lubuk Baja Bata mini adalah soal kemiskinan. “Alasan paling utama dari TKI Ilegal ini adalah persoalan kemiskinan, sehingga TKI tergoda untuk memperbaiki hidup,” jelas Romo Paschal.

Persoalan TKI Ilegal menjadi benang kusut karena kata Romo Paschal banyak pihak yang terlibat. “Ada banyak pihak yang terlibat. Toke minta ke perekrut, perekrut kemudian ke kampong-kampung,” urai Romo Paschal.

Bahkan menurut Romo Paschal lagi, perekrutan bisa melalui keluarga. “Bisa memakai RT, RW, Lurah dan orang dekat,” imbuhnya. “Atau bahkan diculik,” tegas Romo Paschal.

Romo Paschal menyebut di balik perdagangan manusia ini ada korporasi besar yang bermain. “Pemilik usaha memodali semuanya. Mereka mengerahkan agen, dan agen akan melakukan segala cara,” tuturnya.

Salah satu cara yang dilakukan agen, menurut Romo Paschal adalah memalsukan dokumen. “Mereka membayar aparat. Juga dengan uang sirih pinang untuk mengelabui keluarga,” cerita Romo Paschal.

Dan menjadi sulit mengurai benang kusut persoalan ini karena kata Romo Paschal, toke-toke yang mendanai perekrutan ini belum bisa dipastikan menetap di mana. “Tetapi mungkin mereka ada di Batam, bisa di Malaysia, dan bisa juga di Singapura,” pungkasnya. (fadli kelen)

Tidak ada komentar