BreakingNews

Banjir Bandang Garut, Puluhan Warga Meninggal, Ratusan Rumah Rusak



 
Banjir Bandang Garut Jawa Barat (Sumber Foto : Kompas.com)
JURNALTIMUR,- Banjir bandang dan longsor melanda Kabupaten Garut dan Sumedang, awa barat, Rabu, (21/9/2016) sekitar pukul 01.00 WIB, menyebabkan 23 warga meninggal, 22 orang dilaporkan hilang. Puluhan rumah dan sejumlah kantor rusak parah.

Banjir akibat melupasnya Sungai Cimanuk dan sungai Cikamiri, anak sungai Cimanuk,  menyebakan tujuh kecamatan terendam banjir. Tujuh kecamatan itu diantaranya Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Garut Kota, Banyuresmi, Bayongbong, Wanaraja, dan Karangpawitan.

Presiden menyampaikan duka mendalam kepada korban. Presiden secara khusus meminta Menteri Sosial dan Menteri Kesehatan untuk langsung turun ke lokasi. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Tenten Masduki juga sudah berada di lokasi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan upaya tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor di Garut dan sekitarnya, sampai Kamis (22/9) masih berlangsung.

Jumlah pengungsi bencana banjir bandang di Garut mencapai 1.000 orang. Jumlah pengungsi diperkirakan akan terus bertambah. Kebutuhan pengungsi saat ini adalah  pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana, seperti makaman, pakaian,  hunian, dan air bersih.

Bupati Garut Rudy Gunawan menetapkan status tanggap darurat bencana selama sepekan kedepan (*) 



------------- 


Redaksi menerima tulisan berbentuk artikel, laporan perjalanan, dan opini.  Pengiriman disertai alamat email dan nomor telpon/HP. Redaksi berhak mengedit tanpa mengubah substansi isi. kirim artikel, laporan perjalanan, dan opini  ke email : redaksijurnaltimur@gmail.com

Tidak ada komentar