Gereja Katolik Harus Lebih Sering Mengadakan Buka Bersama.
Gambar : Ilustrasi Buka Bersama
Jakarta, Jurnaltimur--Menanggapi fenomena penolakan pendirian Gereja Katolik, pihak Dirjen Bimas Katolik tidak tinggal diam. Kepada belasan wartawan yang menghadiri konferensi pers di Kantor Kementerian Agama RI, Selasa, (28/06),
Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Sansasi mengakui bahwa pihaknya telah meminta pihak Gereja untuk untuk membangun habitus dialog yang persuasif.
"Umat dari paroki St Klara Bekasi sudah pernah konsultasi dengan kami. Dan kami menganjurkan agar umat bisa melakukan komunikasi yang lebih persuasif," ungkap Eusabius Binsasi.

Menambahkan keterangan itu, Kepala Bidang Urusan Agama, Sihar Petrus Simbolon, menganjurkan agar umat Katolik harus lebih sering melakukan buka puasa bersama (bukber) dengan umat Islam.
Lebih lanjut, Dirjen Bimas Katolik, Eusabius mengakui, pihaknya sudah memulai dengan kebijakan menerbitkan nomor registrasi kepada gereja-gereja Katolik di Indonesia. "Karena ada SK registrasi itu, ketika ada umat di Aceh membangun gereja, tetap aman," tegas Eusabius.
Sebagai pihak pemerintah, Eusabius menyebut bahwa pihaknya harus lebih tegas mempertahankan keputusan pemerintah. (kelen)
Tidak ada komentar