Tiga Kabupaten Turut Berbagi Pengalaman di Forum Kota HAM Sedunia
Bupati Pakpak Bharat,
Remigo Y. Berutu (dua dari kiri) saat presentasi pada sesi panel bertema
“Citizens’ Participatory Democracy and Human Rights Cities”.
|
JURNALTIMUR.COM,- International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) dan Komnas HAM, bersama
Bupati Pakpak Bharat (Sumut) Remigo Y. Berutu, Wakil Bupati Wonosobo Agus
Subagiyo dan Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim, turut berpartisipasi dalam
Forum Kota HAM Sedunia (World Human
Rights Cities Forum 2017) di Gwangju, Korea Selatan.
Forum ini dibuka siang
ini oleh Walikota Metropolitan Gwangju Yoon Jang-hyun, Ketua Kim Dae-jung Peace Center Lee Huiho (Mantan
Ibu Negara Kim Dae Jung) dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kunghwa.
Forum Kota HAM Sedunia ini akan berlangsung sampai tanggal 17 September 2017.
Delegasi
pemerintah daerah, Komnas HAM dan INFID akan berbicara di berbagai program
acara. Bupati Pakpak Bharat Remigo Y. Berutu, berbicara dalam Sesi Pleno
tentang Demokrasi Partisipatoris dan Kabupaten/Kota HAM bersama dengan Wakil
Walikota Grenoble (Perancis) Emmanuel Carroz, Direktur Barcelona Observatory for Social, Economic, and Cultural Rights Irene
Ecorihuela dan Professor dari Chung-Ang University, dan Komisioner Gwangju Alliance for Progressive Movement.
Dalam
presentasinya, Bupati Remigo Y. Berutu menyatakan pentingnya belajar dari kota
lain, serta untuk berbagi pengalaman Pakpak Bharat dalam menjalankan
program-program pemerintah berbasis HAM. Program-program tersebut termasuk dalam
memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga, pembangunan ekonomi, pemenuhan dan
perlindungan hak perempuan dan anak, dan pendidikan maupun untuk menjamin
kerukunan beragama, termasuk dalam
menjamin peran aktif dan kerjasama masyarakat dan pemerintah daerah dalam menampung
pengungsi dari Aceh Singkil saat konflik Agama di Aceh Singkil meluap.
Terkait
partisipasi demokrasi warga, Bupati Pakpak Bharat menjelaskan tentang
Musrenbang yang dijalankan secara baik dari tingkat Desa, Kecamatan maupun
Kabupaten. Sebagai Kabupaten baru hasil pemekaran, Pakpak Bharat patut diacungi
jempol dengan prestasi mereka dengan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Hukum
dan HAM sebagai Kabupaten Peduli HAM selama 4 kali berturut-turut.
Dalam
sesi yang lain INFID, diwakili Mugiyanto, Senior Program Officer untuk HAM dan Demokrasi,
akan menjadi panelis dalam Expert Meeting
on Local Government and Human Rights yang bertujuan untuk merumuskan masukan bagi Dewan HAM PBB dalam
menyusun Prinsip-Prinsip Panduan PBB untuk Pemerintahan Lokal dan HAM (UN Guiding Principles on Local Government
and Human Rights).
INFID bersama dengan Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo
dan Wakil ketua Komnas HAM M. Nurkhoiron akan berbicara dalam Sesi Jaringan
Kota HAM Se-Asia (Asia Human Rights
Cities Network) bersama pembicara lain dari Nepal, Bhutan, Korea, Filipina,
India, Timor-Leste dan Mongolia dan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sebagai latar
belakang, sejak tahun 2011, Pemerintah Kota Metropolitan Gwangju di Korea
Selatan telah menyelenggarakan Forum Kota HAM Sedunia (World Human Rights Cities Forum - WHRCF). Forum ini merupakan
gerakan
global yang menjadi tempat pertukaran pengalaman pemerintah kota di seluruh dunia
dan pemangku kepentingan lain yang berkomitmen dalam perlindungan dan pemenuhan
hak asasi manusia oleh pemerintah daerah.
Selama 4 tahun terakhir, INFID secara
rutin berpartisipasi dalam kegiatan ini bersama beberapa perwakilan kepala daerah
(Bupati) dari Indonesia.(*)
Tidak ada komentar