BreakingNews

Uang dan Ikan dari Warga untuk Dukung Persebata

Stadion Marilonga-Ende (Foto : Ebed de Rosary)

JURNALTIMUR.COM,- Tak peduli ada atau tidak sumbangan dana dari pemerintah daerah, team bola kaki kesayangan orang Lembata yang akrab disebut Persebata nekat ikut berlaga dalam liga bola kaki paling bergengsi di NTT, Eltari Memorial Cup (ETMC) Tahun 2017.


Tak seperti team bola kaki dari kabupaten lain, para pemain, pelatih dan team menejer Persatuan Sepak Bola Lembata (Persebata) malah memilih inap di rumah warga dan tidur beralaskan tikar dan kasur pinjaman, tentu saja, dalam kondisi yang serba terbatas, suguhan makan minum bagi pemain pun boleh dikata seadanya. Keberadaan punggawa bola kaki asal negeri ikan paus Lembata di bumi Pancasila, diurus Paguyuban Keluarga Lembata-Ende.


Ketua Askab PSSI Lembata Gucek Making
Kondisi serba terbatas yang dialami duta olahraga bumi ikan paus ini ternyata menui simpati. Warga bahu membahu datang menyampaikan sumbangan. Kendati nilainya terbilang tebilang kecil, namun melalui  sumbangan sukarela warga buat team Persebata yang disampaikan melalui Asosiasi Kabupaten Parsatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (ASKAB-PSSI) Lembata mencapai lebih dari Sembilan juta rupiah. Menariknya, warga tak hanya menyumbang uang, seorang nelayan yang tak mau namanya di publikasi rela menghatar ikan buat tambahan lauk bagi Pemain Persebata di Kabupaten Ende.


 “Dana yang terkumpul melalui aksi Koin Peduli Persebata ETMC-Ende yang digelar Askab-PSSI dan Ika Wanted dihari pertama sebesar lima juta seratus lima belas ribuh rupiah dan kemarin  (Jumad, 28/7/2017) sumbangan warga melalui koin peduli sebesar satu juta lima ratus ribuh, di tambah sumbangan lain dari anak tanah Lembata yang sedang berada di luar lembata sebesar dua juta rupiah. Dan ada juga yang sumbang ikan dari neayan. Dan sekarang Dia (nelayan) sudah berangkat ke Ende melalui Larantuka,” kata ketua Askab PSSI Lembata Gucek Making, diamini Koodinator kegiatan nonton bareng ETMC Ika Wanted, Alvian Ali Putra Rayabelen.


Gucek dan Ali Putra menjelaskan, sumbangan anak tanah Lembata yang sedang berada di luar lembata datang dari kelompok Mahasiswa Lembata di Cilacap dan Jakarta, juga warga lembata yang sedang merantau di Malaysia. Menurut mereka, penggalangan dana melalui Koin Peduli Persebata berlangsung sepanjang team Persebata masih berlaga di ETMC.


Dimintai tanggapan mengenai tidak adanya bantuan dana dari Pemda Lembata, Gucek Making yang ditemui disimpang tiga Wangatoa, Jumad, 28/7/2017 malam tak banyak berkomentar. Menurutnya, sebagaimana informasi yang ia dapat melalui media cetak, alasan Pemda untuk tidak menyediakan dana buat team Persebata dalam laga ETMC 2017 adalah SK KONI Lembata yang belum terbit.


“Kantanya soal SK KONI, tapi sudahlah. Lebih baik kita berpikir soal mencari dana buat mendukung adik-adik pemain yang sekarang lagi di Ende, ketimbang kita berpikir soal dana dari pemerintah. Habis energi saja, toh kondisi ini sudah kita hadapi dan harus diatasi. Saya justru ajak seluruh elemen masyarakat dan segenap simpatisan untuk terus mendukung dengan cara apapun agar nantinya Persebata mampu memberi yang terbaik buat Lembata,” ujarnya.


Sumbangan menurut Gucek boleh disampaikan secara langsung ke Sekretariat Persebata di Jalan Trans Lembata Simpang Tiga Wangatoa, atau bisa di kirim langsung melalui Rekening Persebata Lembata  Nomor : 3491 01 052830 532.  (Yogi Making)


Tidak ada komentar