BreakingNews

Ikut Eltari Memorial Cup, Sumber Dana Persebata dari Sumbangan Warga dan Pihak Ketiga

Eltari Cup 2017, Laga Perseftim - Persebata di Stadion Marilonga- Ende, Rabu 26 Juli 2017 (Foto : Jurnaltimur/Welano)

JURNALTIMUR.COM,-Masyarakat penikmat sepak bola NTT kembali dihibur dengan perhelatan akbar Eltari Memorial Cup yang untuk tahun 2017 berpusat di Stadiun Marilonga Ende. Tentu saja liga bola kaki bergensi di NTT ini mendapat sambutan meriah dari seluruh warga NTT. Tak ketinggalan warga Lembata, gaung sepak bola ETMC itu bergema hingga ke pelosok desa.


Namun berbeda dengan kabupaten lain. Persatuan Sepak Bola Lembata (Persebata) sebagai salah satu tim yang ikut berlaga di Stadiun Marilonga Ende ini berangkat hanya bermodalkan semangat pemain dan seluruh team pendukung. Dukungan dana satu-satunya hanya bersumber dari bantuan pihak ketiga dan sumbangan sukarela warga Lembata.


Informasi yang dihimpun melalui sosial media menyebutkan, akibat dukungan dana yang minim, Team Persebata harus rela tinggal di rumah salah satu warga Lembata di Ende, Mirisnya lagi, kostum yang dikenakan pemain untuk berlaga dalam ajang sepak bola bergengsi di NTT ini pun merupakan kostum pinjaman dari salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Ende. 


Kondisi minim dana inilah memaksa Ketua Asosiasi Kabupaten, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (ASKAB, PSSI) Lembata Gucek Making turun langsung menggalang gerakan koin peduli Persebata. Di luar dugaan gerakan koin peduli Persebata itu mampu menggumpulkan dana sebesar Rp. 5. 115. 000.


 “Kami harus jujur sampaikan bahwa seluruh pembiayaan club Persebata sejak persiapan, sampai keberangkatan ke Ende bersumber dari bantuan pihak ketiga. Belum ada dukungan dana dari pemerintah,” ujar Gucek Making.


Disinggung soal dana hasil gerakan koin peduli Persebata, Gucek mengatakan, dukungan warga Lembata melalui gerakan koin peduli adalah bentuk dukungan bagi team kesanyangan mereka. “Dari gerakan koin peduli ini hari ini, kita berhasil kumpul uang sebesarlima juta seratus lima belas ribuh rupiah. Jangan lihat nilainya, tetapi ini adalah bentuk dukungan bagi punggawa bola kaki Persebata. Uang ini segera kami kirim untuk mendukung pembiayaan team persebata di Ende,” ujarnya. 


Gucek yang ditemui disela kegiatan penggalangan dana peduli Persebata ETMC-Ende di Simpang Tiga Wangatoa, Rabu (26/7/2017), tak lupa menyampaikan rasa terimakasihnya atas perhatian seluruh warga dan para donatur yang sudah memberikan dukungan dana bagi team sepak bola kabupaten Lembata. 


Selain dana dari pihak ketiga, dukungan penuh untuk team kesayangan Lembata itu datang dari paguyuban warga lembata di Ende. Manager Team Persebata Snegal Waleng dihubungi melalui akun facebooknya, Rabu (26/7/2017) membenarkan kalau Persebata bisa berlaga dalam turnamen bergengsi ETMC 2017 berkat dukungan donatur dan sumbangan masyarakat.


Mantan pemain Lembata era 90-an itu secara khusus menyampaikan rasa terimakasihnya buat paguyubn warga lembata di Ende.


“jadi selain dukungan dana dari donatur dan masyarakat lembata, kita juga sangat terbantu dengan paguyugan keluarga lembata di Ende. Dukungan ini tentu memicu semangat juang anak-anak pemain. Luar biasa dan kita sangat berterimakasih buat donatur, masyarakat lembata juga secara khusus untuk keluarga besar lembata di Ende,” ulas Waleng.


Untuk diketahui Team Persebata dalam laga perdana menjamu Perseftim Flores Timur di Stadiun Mari Longa Ende. Laga perdana ini, team kesayangan warga lembata kalah telak dari team kabupaten tentangga Flores Timur 3-1. Dijadwalkan, laga berikut akan berlansung pada Senin 31/8/2017 dimana dalam laga keduanya nanti, Persebata turun merumput menjamu Sumba Barat Daya. 


“Anak-anak sudah maksimal berjuang, tapi bagaimana sekalipun kita harus mengakui keunggulan lawan. Kita berusaha sekuat kemampuan untuk menampilkan yang terbaik bagi Lembata di laga berikutnya nanti,” pungkas Waleng. (Yogi Making)



Tidak ada komentar