Ferdinand Leu :Muscab Demokrat Wadah Konsolidasi Menuju Pilkada 2018 serta Pileg dan Pilpres 2019
JURNALTIMUR.COM,- Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahap ketiga 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pemilu
Presiden 2019 adalah momentum besar yang menjadi sasaran Partai Demokrat untuk
tetap bertahan dalam deretan partai besar di Indonesia.
Oleh karena itu persiapan dan konsolidasi terus dilakukan
besar-besaran oleh partai yang dipimpin oleh Presiden RI keenam Susilo Bambang
Yudoyono tersebut.
![]() |
| Ferdinand Leu, SP |
Salah satu bentuk kosolidasi tersebut di NTT dilaksanakan Muscab serentak Partai Demokrat Provinsi NTT. Sekretaris Partai
Demokrat NTT, Ferdinand Leu, SP ketika dihubungi menjelaskaan
Pertimbangan Muscab serentak lebih pd soal teknis, untuk
menyelesaikan agenda konsolidasi tahun 2017.
"Walaupun serentak tapi persidangan Muscab tetap digelar secara
paralel tiap DPC," ujar Ferdinand Leu menjelaskan. Ia juga menambahkan
bahwa muscab serentak ini dalam rangka persiapan Partai Demokrat menghadapi
Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.
"Dan, dalam konteks NTT adalah
konsolidasi partai menghadapi Pilkada Serentak 2018," lanjutnya.
Salah satu agenda utama dari Muscab serentak ini adalah
memilih Ketua DPC Partai Demokrat di tiap kabupaten untuk menakhodai Partai
Demokrat di tingkat kabupaten untuk periode 2017-2022.
Meski demikian, menurut
Ferdinand Leu, tujuan besar Partai Demokrat dalam hajatan ini adalah
konsolidasi organisasi. "Konsolidasi tersebut dimulai dari evaluasi
kepengurusan sebelumnya, penetapan program dan strategi, penjabaran program
partai nasional dan lokal, serta pemilihan ketua dan pengurus DPC di tiap
kab/kota," papar pria yang dipilih sebagai Sekretaris DPD Demokrat NTT
mendampingi Jefry Riwu Koreh pada Musda
Demokrat NTT 2016 yang lalu tersebut.
Menanggapi munculnya figur-figur baru di tiap DPC yang sudah
menyatakan sikap untuk maju sebagai calon
ketua, Ferdi mengatakan Partai Demokrat akan sangat bangga kalau ada
banyak kader yg mau maju sebagai calon ketua di tiap DPC dalam Muscab serentak
ini.
"Itu salah satu tanda bahwa kaderisasi di dalam organisasi terus
berjalan dan mulai memperlihatkan hasilnya," ujarnya bangga.
Ia juga berpandangan, siapa figur yang paling tepat sangat
ditentukan oleh sejauhmana organisasi memetakan tantangan-tantanga dan
permasalahan sosial kemasyarakatan yang sedang dihadapi, dan seberapa besar
target dan komitmen untuk menjawabnya.
Ferdinand Leu kemudian melanjutkan "Organiasi yang
tidak memetakan permasalahan dan tantangan,
akan gagal atau lebih tepat "salah sambung" dalam menentukan
figur pemimpin organisasi, dalam hal ini ketua DPC. Sama halnya dengan
penentuan kader partai yg maju dlm Pilkada, misalnya."
Ferdinand yang dihubungi di sela-sela persiapan pembukaan
Muscab serentak Rayon Sumba, tak lupa menyampaikan pesan kepada para kader yang
akan mencalonkan diri sebagai ketua DPC untuk smempersiapkan diri, bersaing
secar fair, dan terutama merebut kepercayan DPAC sebagai pemegang hak suara
mayoritas.
"Pastikan bahwa Anda adalah kader yg paling tepat dan layak
memimpin organisasi," ujarnya mengakhiri perbincangan.(chr)

Tidak ada komentar