BreakingNews

Komisi V DPR RI Tinjau Jalan Trans Papua


JURNALTIMUR.COM,- Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik dalam rangka peninjauan pembangunan infrastruktur dan transportasi ke Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat 1 - 3 Februari 2017.


Rombongan yang dipimpin Micheal Wattimena menuju Kabupaten Pegunungan didampingi Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional XVII Yohannis Ransiki. Perjalanan dimulai dari Manokwari ke jalan strategis nasional Prafi-Myambouw-Anggi-Ransiki.


Dalam kesempatan ini ketua rombongan menyampaikan pentingnya pembangunan di daerah timur terutama di Kabupaten Pegunungan Arfak, selain daerah yang masih sangat tertinggal, infrastruktur menjadi modal penting untuk mengangkat perekonomian serta taraf hidup masyarakat.


Masyarakat  kabupaten Pegunungan Arfak menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian PUPR, karena  merasa sangat terbantu baik dari infrastruktur jalan maupun air minum.


Penangan ruas Jalan Prafi - Mayambou - Anggi - Ransiki 128, 90 km. Secara umum Panjang total jalan trans papua barat sepanjang 1.070,62 km dengan kondisi rigid/aspal sepanjang 607,92 km (46,78%) kondisi tanah/japat sepanjang 450,84 km (42,11%) belum tersambung 11,86 km (1,11%) dan perbaikan geometrik 62,50 km (5,84%).


Terkait meningkatkan kualitas hidup masyatakat pegunungan Arfak, pada tahun 2015 dibangun SPAM IKK Anggi dengan kapasitas 10 liter/detik. Saat ini memiliki 250 sambungan atau melayani sekitar 25% penduduk. Pengelolaan SPAM IKK telah diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak.


Sementara itu, dikutip dari Kompas, 4 Februari 2017,  Pemerintah mengalokasikan Rp 2,5 triliun untuk pembangunan dan perawatan jalan Trans-Papua. Ditargetkan ada penambahan jalan baru sepanjang 120,5 kilometer tahun ini.


Total panjang jalan Trans-Papua adalah 4.330,07 km. Hingga akhir 2016, jalan yang telah tembus sepanjang 3.851,93 km. Pada 2017, dialokasikan anggaran Rp 2,5 triliun, naik dari alokasi tahun sebelumnya sebesar Rp 2,1 triliun. Pada 2015, alokasi anggaran untuk Trans-Papua sebesar Rp 2,6 triliun. 

Alokasi anggaran tahun ini sebesar Rp 2,5 triliun akan digunakan untuk pembangunan jalan pada beberapa ruas, di antaranya Kwatisore-Nabire (sepanjang 20 km), Enarotali-Ilaga-Mulia-Wamena (39,17 km), Wamena-Elelim-Jayapura (11,5 km), dan Wamena-Habema-Kenyam-Mumugu (11,5 km). 

Pembangunan jalan juga akan dilakukan di ruas Kenyam-Dekai (13,83 km), ruas Oksibil-Waropko (18 km), Wagete-Timika (6,5 km).

Perawatan atau perbaikan jalan juga dilakukan pada ruas tersebut dan ruas TransPapua lain, yakni ruas Nabire-Wagete-Enarotali dan Waropko-Tanah Merah-Merauke. (*)



Sumber : 
       pu.go.id

       Kompas, 4 Februari 2017 

Tidak ada komentar