BreakingNews

DPP Hippi Jakarta: Pilkada Jakarta Jangan Ganggu Aktivitas Ekonomi



 
Foto Ilustrasi : Pasar Baru Jakarta
JURNALTIMUR,- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta meminta para calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta untuk menciptakan suasana pesta demokrasi yang aman dan damai.

Pelaku usaha sangat meminta kepada tiga calon gubernur dan wakil gubernur beserta pendukungnya untuk menciptakan suasana pesta demokrasi yang sejuk, aman dan damai dengan menjauhkan isu yang dapat menimbukan terjadinya konflik sosial antar pendukung.

Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang berharap kepada tiga pasang calon beserta seluruh elemen tim sukses, relawan, dan sekoci lain agar senantiasa menjaga ketertiban kota Jakarta selama proses Pilkada berlangsung. 

Hendaknya kampanye  bersifat edukatif, tidak provokatif mengedepankan ide, gagasan program, solusi, visi dan misi akan tantangan dan masalah yang dihadapi Jakarta.

“Selama proses Pilkada berlangsung sampai dengan hari H pemilihan dan pengumuman pemenang jangan sampai mengganggu aktivitas bisnis dan ekonomi Jakarta,” katanya dalam siaran pers, Sabtu, 24 September 2016.

Sebagai ibukota negara tentu Pilkada Jakarta akan menjadi barometer. Menurut Sarman, untuk itu Pilkada Jakarta harus dapat memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, utamanya generasi muda agar dapat berkompetisi secara sehat dan menghormati nilai-nilai demokrasi.

Selama proses Pilkada jangan sampai masyarakat takut ke luar rumah, takut berbelanja, turis kawatir datang, distribusi barang terganggu. Tentu ini sangat merugikan perekonomian Jakarta.

“Di tengah kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu yang berdampak kepada pertumbuhan ekonomi nasional yang melambat, jangan sampai kita sendiri membuat aktivitas ekonomi dan bisnis terganggu,” tutur Sarman.

Pertumbuhan ekonomi Jakarta triwulan II tahun ini membaik, sebesar 5,86% yoy, lebih tinggi dari triwulan I 2016 yang hanya 5,62% yoy. Pertumbuhan ekonomi terutama didorong meningkatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah serta didukung membaiknya kinerja ekspor dari Jakarta. Meningkatnya belanja konsumsi rumah tangga seiring dengan naikya pendapatan dan membaiknya daya beli masyarakat, didukung oleh inflasi yang terjaga dalam level rendah.

“Kita harus memastikan selama proses Pilkada tidak terjadi konflik sosial atau sejenisnya yang berdampak pada terganggunya pasar keuangan, turunnya IHSG, dan nilai tukar rupiah serta menurunnya tingkat kepercayaan investor,” kata Sarman.

Dia menganjurkan para kandidat dalam setiap kampanye memberikan pernyataan yang sejuk, merangkul,  menjauhkan isu SARA, dan menjaga persatuan dan kesatuan. 

Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta sudah mendaftarkan diri. Mereka adalah pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, dan  Anies Basweldan-Sandiaga S. Uno. Akhir Oktober adalah penetapan calon gubernur dan wakil gubernur, dilanjutkan dengan pengundian nomor peserta dan masa kampanye sampai dengan 11 Februari 2017 dan pemungutan suara pada 15 Februari 2017.(Oa)

Tidak ada komentar